setelah para kelinci dipensiunkan paksa karena satu dan lain hal (diantaranya karena mati muda), maka area bekas kandang kelinci itu kami tata ulang menjadi kebun sayur, eh siapa tahu nanti pas sudah bisa dipanen, bisa buat nambahin lalapan sayur, atau salad kalau istilahnya mama. dan juga obsesi papa untuk meniru kebersahajaan tokoh prof.dr.ir.legowo prasodjo (siapa beliau? cari dong di search engine, hehe). maka jadilah kebun sayur kami itu, yang rajin diberi pupuk kandang, rajin disirami, rajin disiangi rumput rumputnya, dan tidak pernah disemprot obat kimia. untuk ini kami sangat berterima kasih kepada
mas gus dar yang bukan gus dur atas pemberian bibit tanaman, pinjam cangkul, dan juga segenap saran sarannya sebagai pakar urusan tumbuh tumbuhan ini.
close up of the garden front home atau kebon ngarep omah
pohon anggur, beli di taman wisata mekarsari jonggol
durian monthong, ada 2 pohon yang dulu bibitnya diimpor dari magetan oleh eyangnya aline, sekian tahun masih segitu segitu saja tingginya
long peanut alias kacang panjang, tumbuhan pertama yang hasilnya sudah dinikmati oleh aline dan mama
pohon strawberry, beli di pemda cibinong beberapa minggu lalu
pohon sirih pemberian mas gus dar, sebenarnya masih ada lagi pohon cabe dan tanaman hias berduri berbunga pink yang entah apa namanya itu lupa tidak terfoto
pohon anggur, beli di taman wisata mekarsari jonggol

pohon pohon sawi, yang paling menyenangkan tampilannya karena begitu hijauitulah sekelumit tentang kebun kami, bagus ya?