Menu Favorit = Menu Monoton ????
Ini pernyataan apa pertanyaan yah?
Akhir-akhir ini saya merasakan kebosanan dalam hal menu makan. Meskipun saya dirumah hanya merasakan makan malam, tapi menu dari minggu ke minggu tetap sama. Memang menu itu termasuk menu favorit papa alin. Tapi kenapa menu favorit itu menjadi menu monoton di lidah saya? coba saya list, apa saja menu favorit yang seklaigus menjadi menu monoton.
- Sayur bayam + sambel terasi + tempe + bakwan jagung/ayam goreng/lele goreng
- Telur bali + tempe + tahu + sambel terasi (kadang ada ayam goreng/lele goreng)
- Sayur nangka + sambel terasi + tempe + ayam goreng/lele goreng
- Sayur asem + sambel terasi + ayam goreng/lele goreng
- Sayur Sop + Ayam goreng/lele goreng + sambel terasi
- Lalapan Ayam goreng/lele goreng + tempe
- Botok tempe + ayam goreng/lele goreng
- Sayur Lodeh + ayam goreng/lele goreng
- Sayur bayem lagi
- Sayur asem lagi
- Sayur nangka lagi
- Ayam goreng lagi
- Lele goreng lagi
- Tempe goreng lagi
- dan terakhir menu darurat andalan : NASI GORENG
Coba perhatikan, apa yang hampir selalu berulang tiap hari. Yup, benar. Tempe, lele, ayam. Bukannya koki(saya sendiri) dan asisten koki dirumah gak mau masak menu lainnya. Hal yang paling menyesalkan buat koki adalah kalau masak menu yang berbeda pasti 'bersisa' . Yah, masih mending 'bersisa' kadang malah gak kesentuh si 'customer' nya. Dan sebelum menu 'berbeda' itu terlempar ke tempat sampah, si koki dan asistennya yang akhirnya harus menghabiskan. Kebanyakan gak habisnya sih, meski sudah dicicil makan tiap hari. Dan pada akhirnya 4 ekor kucing kampung sudah mengantri di bak sampah. Yak, 'customer' terakhirku alhamdulillah mau mau juga. Hahahahhahaha
Oh iya, sindrome 'menu favorit' ini ternyata menular juga pada 'customer kecil' saya. Selama 2 hari kemarin dia sama sekali tidak mau makan nasi. Macam-macam cara sudah ditempuh oleh si koki. Dari membuatkan bakwan sayuran sampe bubur sumsum. Dan pada akhirnya diputuskanlah untuk membeli lele goreng di warung. Dengan adanya lele itu, 'customer kecilku' akhirnya mau makan nasi juga. Benar sekali, dia hanya mau makan nasi kalau ada lele.
Padahal dunia itu isinya banyak loh. Bukan hanya si ayam, lele, atau tempe. Ada juga ikan teri imut-imut, cumi-cumi menggemaskan, udang yang pemalu, ikan mas yang dijual masih dalam keadaan hidup, ikan bandeng yang mahal, ikan tenggiri yang langka di pasar cibinong, masih banyaaaaak lagi.
Dan karena si koki akhir-akhir ini juga sudah bosan menjadi 'korban' misi 'penghabisan makanan bersisa', maka si koki memutuskan untuk makan malam dengan nasi dan terasi saja. Hmmm... rasanya lebih lezat daripada ayam goreng dan lele goreng loh. Dan karena solusi ini lumayan berhasil mengatasi kebosanan makan saya, maka acara 'masak special' di hari sabtu minggu akan diliburkan sementara sodara-sodara. Sampe ada pemberitahuan berikutnya.
*masih ada adonan bakwan teri di kulkas mau diapain yah??? pasti gak ada yang makan lagi. Aku cuci aja ah, diambil ikannya, trus dikasih 'customer terakhirku'. Hehehhehehehee*
Monday, May 12, 2008
Friday, May 9, 2008
Dokumentasi Otak-2
Hari ini banyak sekali yang aku ingat di masa laluku. Rasanya setiap benda dan setiap kata disekitarku mengingatkanku pada potongan-potongan kenangan. Meskipun kadang tidak terangkai dengan benar, tapi cukup mewakili aku untuk mengerti bagaimana cara otakku bekerja hari ini.
Sedari aku bangun tidur tadi pagi, dimana aku lupa lagi untuk melipat selimut dan papa alin jengkel melihat perilakuku ini yang sudah berkali-kali diingatkan. Aku bilang aku lupa, aku benar-benar lupa. Aku janji besok aku coba mengingat lagi untuk selalu melipat selimut sehabis bangun tidur. Saat dialog itu terjadi, otakku ternyata tidak hanya menyuruhku untuk menyusun kalimat demi kalimat permohonan maafku tadi. Tapi secara otomatis otakku membawaku pada ingatan masa kanak-kanakku. Pada waktu itu mamaku juga sering mengingatkan untuk merapikan tempat tidur, tapi mamaku lebih sering akhirnya memilih merapikannya sendiri untukku.
kejadian itu terus berulang sepanjang perjalananku ke kantor. Sesampainya di kantor juga sama. Bertemu dan berbicara suatu topik tertentu, membuat aku di saat berdialog itu juga mengingat pada hal-hal lain di masa lalu.
Sedari aku bangun tidur tadi pagi, dimana aku lupa lagi untuk melipat selimut dan papa alin jengkel melihat perilakuku ini yang sudah berkali-kali diingatkan. Aku bilang aku lupa, aku benar-benar lupa. Aku janji besok aku coba mengingat lagi untuk selalu melipat selimut sehabis bangun tidur. Saat dialog itu terjadi, otakku ternyata tidak hanya menyuruhku untuk menyusun kalimat demi kalimat permohonan maafku tadi. Tapi secara otomatis otakku membawaku pada ingatan masa kanak-kanakku. Pada waktu itu mamaku juga sering mengingatkan untuk merapikan tempat tidur, tapi mamaku lebih sering akhirnya memilih merapikannya sendiri untukku.
kejadian itu terus berulang sepanjang perjalananku ke kantor. Sesampainya di kantor juga sama. Bertemu dan berbicara suatu topik tertentu, membuat aku di saat berdialog itu juga mengingat pada hal-hal lain di masa lalu.
Wednesday, May 7, 2008
Dokumentasi Otak-1
Terinspirasi dari keseharianku yang dipenuhi ingatan-ingatan kenangan masa lalu, aku mencoba untuk mendokumentasikan semua yang ada di otak yang aku ingat per hari ini. Mungkin hanya kejadian-kejadian yang berarti yang teringat. Itupun tidak semua secara detail aku ingat. Kalau seperti pelajaran kimia, fisika, bukan termasuk dalam kategori. Aku sudah lupa semua.
Hari ini aku masih mengingat masa-masa SMK ku dulu. Empat tahun yang lalu. Sepertinya masa-masa itu mematri otakku sangat dalam. Sehingga aku sering mengingatnya. Hari ini aku mengingat ketika aku bersama teman-temanku harus mengerjakan tugas teater bahasa inggris. Saat itu aku dipilih menjadi ketua timnya. Seingatku waktu itu anggota timku Dian (cewek cantik, putih, tinggi bongsor), Topan (terkenal suka celometan dan suka becanda), Onyis (cowok lugu biasa saja, tapi kadang-kadang tingkah lugunya bikin kita terhibur), Firman (cowok bondowoso yang logat madura nya masih kentel banget), sisanya aku tidak ingat siapa saja.
Waktu itu aku mengambil tema "Anastasia". Adegan dan teks nya murni membajak dari vcd film kartun Anastasia yang aku sewa dirental. Setelah teks jadi dan film sudah kita tonton bersama, kita siap latihan. Di hari latihan pertama seingatku yang datang hanya beberapa orang saja. Seterusnya latihan kelihatannya tidak berjalan lancar. Sampe aku ingat aku hampir putus asa dengan mengadu ke guru bahasa inggris bahwa aku sangat menyesal diberi anggota tim yang gak ada seriusnya sama sekali. Dan yang paling parah bahasa inggrisnya juga kacau-kacau. Tapi untungnya teks dari adegan-adegan itu pendek-pendek. Beberapa dialog yang panjang hanya diucapkan oleh lakon utamanya, aku dan firman. Aku yang jadi anastasianya dan firman yang jadi pangeran Dimitrinya. Dian jadi neneknya anastasia. Topan jadi penyihir Rasputin dan Onyis jadi anteknya Rasputin (makhluk gak jelas. Anjing bukan, kelinci apalagi. Lebih mirip peranakan anjing dan kambing mungkin).
Sampai waktunya kita tampil didepan penonton, saya tidak yakin kalau drama ini akan bisa disajikan dari awal sampai akhir. Mungkin saja drama akan terpotong ditengah-tengah dan ada tulisan "to be continued until waktu yang belum bisa ditentukan". Tapi pasrah saja deh. Di dalam hati aku masih berpikir positif bahwa teman-temanku ini adalah lulusan terbaik di SMP nya dulu. Mereka tidak akan disini kalau nggak punya otak encer. Jadi tenang saja, mereka pasti sudah berusaha. Toh ini menyangkut nilai bersama. Yah sekali lagi memang karena tuntutan nilai. Dalam hatiku sekarang (mungkin aku dulu terlalu perfectionist sampe harus menuntut diriku sendiri dan kelompokku untuk dapet nilai bagus).
Sebelum tampil tak lupa kita berdoa bersama. Waktu itu dipimpin oleh firman. Tapi ada yang bikin aku ketawa dan suprise. Si Rasputin dan anteknya mengenakan kostum yang aneh dan dicoreng-coreng angus. Waktu itu emang aku sempat minder melihat ada kelompok lain yang sampe niat meminjam kostum dan pernak-pernik dari tantenya. Kelompokku hanya memakai kostum yang dipunya aja ditambah sedikit polesan angus panci.
Adegan-adegan terlewati. Dan aku lebih surprise lagi ketika penonton tertawa dan merasa terhibur dengan penampilan Topan dan Onyis. Dan applause paling meriahpun kita terima di akhir drama happy ending ini. Dan kita pun diberi penghargaan sebagai "The Best Acting". Meski dialog bahasa inggrisnya belepotan ternyata ada potensi lain dalam timku.
Maaf ya Topan dan Onyis dan yang lainnya. Aku sempat pesimis sama kalian. Maaf juga buat firman, dimana waktu adegan si anastasi nempeleng si dimitri, ternyata dimitri merasa tamparannya itu bukan hanya adegan. Sampe meninggalkan bekas merah. Hahahahaha.
Hari ini aku masih mengingat masa-masa SMK ku dulu. Empat tahun yang lalu. Sepertinya masa-masa itu mematri otakku sangat dalam. Sehingga aku sering mengingatnya. Hari ini aku mengingat ketika aku bersama teman-temanku harus mengerjakan tugas teater bahasa inggris. Saat itu aku dipilih menjadi ketua timnya. Seingatku waktu itu anggota timku Dian (cewek cantik, putih, tinggi bongsor), Topan (terkenal suka celometan dan suka becanda), Onyis (cowok lugu biasa saja, tapi kadang-kadang tingkah lugunya bikin kita terhibur), Firman (cowok bondowoso yang logat madura nya masih kentel banget), sisanya aku tidak ingat siapa saja.
Waktu itu aku mengambil tema "Anastasia". Adegan dan teks nya murni membajak dari vcd film kartun Anastasia yang aku sewa dirental. Setelah teks jadi dan film sudah kita tonton bersama, kita siap latihan. Di hari latihan pertama seingatku yang datang hanya beberapa orang saja. Seterusnya latihan kelihatannya tidak berjalan lancar. Sampe aku ingat aku hampir putus asa dengan mengadu ke guru bahasa inggris bahwa aku sangat menyesal diberi anggota tim yang gak ada seriusnya sama sekali. Dan yang paling parah bahasa inggrisnya juga kacau-kacau. Tapi untungnya teks dari adegan-adegan itu pendek-pendek. Beberapa dialog yang panjang hanya diucapkan oleh lakon utamanya, aku dan firman. Aku yang jadi anastasianya dan firman yang jadi pangeran Dimitrinya. Dian jadi neneknya anastasia. Topan jadi penyihir Rasputin dan Onyis jadi anteknya Rasputin (makhluk gak jelas. Anjing bukan, kelinci apalagi. Lebih mirip peranakan anjing dan kambing mungkin).
Sampai waktunya kita tampil didepan penonton, saya tidak yakin kalau drama ini akan bisa disajikan dari awal sampai akhir. Mungkin saja drama akan terpotong ditengah-tengah dan ada tulisan "to be continued until waktu yang belum bisa ditentukan". Tapi pasrah saja deh. Di dalam hati aku masih berpikir positif bahwa teman-temanku ini adalah lulusan terbaik di SMP nya dulu. Mereka tidak akan disini kalau nggak punya otak encer. Jadi tenang saja, mereka pasti sudah berusaha. Toh ini menyangkut nilai bersama. Yah sekali lagi memang karena tuntutan nilai. Dalam hatiku sekarang (mungkin aku dulu terlalu perfectionist sampe harus menuntut diriku sendiri dan kelompokku untuk dapet nilai bagus).
Sebelum tampil tak lupa kita berdoa bersama. Waktu itu dipimpin oleh firman. Tapi ada yang bikin aku ketawa dan suprise. Si Rasputin dan anteknya mengenakan kostum yang aneh dan dicoreng-coreng angus. Waktu itu emang aku sempat minder melihat ada kelompok lain yang sampe niat meminjam kostum dan pernak-pernik dari tantenya. Kelompokku hanya memakai kostum yang dipunya aja ditambah sedikit polesan angus panci.
Adegan-adegan terlewati. Dan aku lebih surprise lagi ketika penonton tertawa dan merasa terhibur dengan penampilan Topan dan Onyis. Dan applause paling meriahpun kita terima di akhir drama happy ending ini. Dan kita pun diberi penghargaan sebagai "The Best Acting". Meski dialog bahasa inggrisnya belepotan ternyata ada potensi lain dalam timku.
Maaf ya Topan dan Onyis dan yang lainnya. Aku sempat pesimis sama kalian. Maaf juga buat firman, dimana waktu adegan si anastasi nempeleng si dimitri, ternyata dimitri merasa tamparannya itu bukan hanya adegan. Sampe meninggalkan bekas merah. Hahahahaha.
Tuesday, February 5, 2008
matinya seorang jendral
Ketika seorang jendral yang kebetulan mantan presiden mati, serentak media indonesia memblow up berita nya sebagai ‘hal yang cukup mengejutkan’. Hahah, untuk seorang yang sudah sangat tua dan keluar masuk rumah sakit, yang kebetulan dokter yang menangani juga cespleng sehingga hidupnya bisa dipanjangkan sedikit lagi, berita itu saya anggap tidak seberapa mengejutkan. Coba kalau dirawat di bangsal kelas 3 rumah sakit kabupaten, bangsal yang biasa digunakan pemakai askeskin, maka jendral itu pasti sudah mati sejak pertama kali masuk rumah sakit.
Hari hari setelah itu, segenap media kita seolah menjadi panggung dagelan yang sama sekali tidak lucu. Laporan pandangan mata suasana di rumah sakit, jalanan jalur antara rumah sakit ke rumah, sekitar rumah, bandara halim, sampai ke tempat pembaringan terakhir di karanganyar, silih berganti mengisi slot slot acara tivi lokal kita. Tayangan berita –yang menjadi faktor satu satunya tivi indonesia layak ditonton- penuh diisi liputan tentang kondisi kesehatan terakhir, pernyataan resmi yang kata katanya nggak jelas karena ngomong sambil misek misek dari anak sulung almarhum, suasana karanganyar yang mendadak hiruk pikuk, suasana cendana yang sejak 1998 sudah jarang masuk tivi, sampai ke upacara penguburan ala pahlawan bangsa. Begitu pula ke acara acara dadakan yang menampilkan biografi sang jendral. Bahkan sampai acara gak mutu macam infotainment pun ikut ikutan latah membahas tentang sang jendral dan keluarga yang ditinggalkannya, termasuk sinden dari banyumas yang dikawini oleh salah satu anak sang jendral, mendadak tampil sebagai bagian dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Ironis, tayangan yang biasanya hanya membahas bintang sinetron yang ganti pacar atau jerawatnya baru meletus atau anjingnya baru manicure, mencoba membahas sejarah bangsa Indonesia yang njlimet.
Apa yang terjadi kemudian adalah kebosanan total dalam melihat televisi. Isinya semua sama (yah, bukan hal baru juga sebenarnya). Tentang prestasi sang jendral selama berkuasa, tentang bagaimana hebatnya pak jendral semasa perjuangan, tentang perjuangan pak jendral dari kecilnya angon kebo sampai akhirnya mampu menggeser kekuasaan bung karno. Semua ingatan tentang penderitaan eks tapol dan anak anaknya yang seolah dianak tirikan oleh masyarakat, para keturunan tionghoa yang dicerabut akar budayanya dengan SKBRI, para jamaah pengajian amir biki di priok, para petani dan buruh di desa yang dibantai karena tuduhan ikut PKI, masyarakat aceh era DOM, bahkan akhirnya tentang penderitaan bung karno sang proklamator yang meninggal dalam keterasingan, dalam kemiskinan, dalam perawatan dokter hewan selama beliau dirawat di istana batutulis, semuanya seolah dilupakan begitu saja.
Inilah contoh yang benar benar pas dari teori proyeksi simulatif media yang dikemukakan oleh Baudrillard. Masyarakat terus menerus disiram informasi dari satu sudut pandang, yaitu tentang kehebatan pak jendral ini. Masyarakat digiring kepada satu versi kebenaran, yaitu pak jendral ini orang hebat tanpa cela.

Kebrutalan kapitalis media tampak lagi, serentak menjadikan kematian seorang mantan presiden sebagai komoditas hiburan, serentak menbuat realitas semu tentang betapa hebatnya mantan presiden ini, disaat yang sama serentak melupakan sejarah kepedihan yang pernah dialami bangsa ini. Seperti yang ditulis di catatan minggu harian kompas tanggal 3 februari 2008, media televisi berikut anak kandungnya yang beringatan pendek mencoba merespons suatu perjalanan sejarah bangsa yang panjang dan rumit.
Terima kasih pak jendral HM Suhartow, atas jasa jasamu yang teramat besar, sehingga pada hari kematianmu dan seterusnya, hampir seluruh media indonesia serentak (semangkin ) menjadi tempat sampah.
Hari hari setelah itu, segenap media kita seolah menjadi panggung dagelan yang sama sekali tidak lucu. Laporan pandangan mata suasana di rumah sakit, jalanan jalur antara rumah sakit ke rumah, sekitar rumah, bandara halim, sampai ke tempat pembaringan terakhir di karanganyar, silih berganti mengisi slot slot acara tivi lokal kita. Tayangan berita –yang menjadi faktor satu satunya tivi indonesia layak ditonton- penuh diisi liputan tentang kondisi kesehatan terakhir, pernyataan resmi yang kata katanya nggak jelas karena ngomong sambil misek misek dari anak sulung almarhum, suasana karanganyar yang mendadak hiruk pikuk, suasana cendana yang sejak 1998 sudah jarang masuk tivi, sampai ke upacara penguburan ala pahlawan bangsa. Begitu pula ke acara acara dadakan yang menampilkan biografi sang jendral. Bahkan sampai acara gak mutu macam infotainment pun ikut ikutan latah membahas tentang sang jendral dan keluarga yang ditinggalkannya, termasuk sinden dari banyumas yang dikawini oleh salah satu anak sang jendral, mendadak tampil sebagai bagian dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Ironis, tayangan yang biasanya hanya membahas bintang sinetron yang ganti pacar atau jerawatnya baru meletus atau anjingnya baru manicure, mencoba membahas sejarah bangsa Indonesia yang njlimet.
Apa yang terjadi kemudian adalah kebosanan total dalam melihat televisi. Isinya semua sama (yah, bukan hal baru juga sebenarnya). Tentang prestasi sang jendral selama berkuasa, tentang bagaimana hebatnya pak jendral semasa perjuangan, tentang perjuangan pak jendral dari kecilnya angon kebo sampai akhirnya mampu menggeser kekuasaan bung karno. Semua ingatan tentang penderitaan eks tapol dan anak anaknya yang seolah dianak tirikan oleh masyarakat, para keturunan tionghoa yang dicerabut akar budayanya dengan SKBRI, para jamaah pengajian amir biki di priok, para petani dan buruh di desa yang dibantai karena tuduhan ikut PKI, masyarakat aceh era DOM, bahkan akhirnya tentang penderitaan bung karno sang proklamator yang meninggal dalam keterasingan, dalam kemiskinan, dalam perawatan dokter hewan selama beliau dirawat di istana batutulis, semuanya seolah dilupakan begitu saja.
Inilah contoh yang benar benar pas dari teori proyeksi simulatif media yang dikemukakan oleh Baudrillard. Masyarakat terus menerus disiram informasi dari satu sudut pandang, yaitu tentang kehebatan pak jendral ini. Masyarakat digiring kepada satu versi kebenaran, yaitu pak jendral ini orang hebat tanpa cela.
Kebrutalan kapitalis media tampak lagi, serentak menjadikan kematian seorang mantan presiden sebagai komoditas hiburan, serentak menbuat realitas semu tentang betapa hebatnya mantan presiden ini, disaat yang sama serentak melupakan sejarah kepedihan yang pernah dialami bangsa ini. Seperti yang ditulis di catatan minggu harian kompas tanggal 3 februari 2008, media televisi berikut anak kandungnya yang beringatan pendek mencoba merespons suatu perjalanan sejarah bangsa yang panjang dan rumit.
Terima kasih pak jendral HM Suhartow, atas jasa jasamu yang teramat besar, sehingga pada hari kematianmu dan seterusnya, hampir seluruh media indonesia serentak (semangkin ) menjadi tempat sampah.
Wednesday, January 23, 2008
untuk kesekian kalinya, aline in photographs
aline wearing ACUPAT pants, bukan berarti papa sudah jatuh cinta pada pixel patterns, hanya saja, cari motif woodland untuk ukuran aline memang susah...jadi sedapetnya saja lah...

i hate pixel patterns, it's less 'scary' than another pattern

-----------------------
bangun tidur, kuterus poto poto...

afternap smile...baru melek langsung difoto dan langsung pasang senyum terlebar di dunia...

inilah penyebab remote control tivi rusak...aline ate it

yeah baby, this ride rocks!...feels like driving an ATV in the jungle of nam...

i'm too fast too furious, eat my dust!
----------------------------
papa thought that the lighting is cool...so papa took the pics

monster in the closet...

blacklight shine on (read : bleklitsineon)
-----------------------------
the average life of aline...

learning how to cook...,

put this stupid doll to sleep,


talking to her evil twin in the mirror,

and shooting practice with papa, wiht shotgun sejuta ummat, DEM47A
i hate pixel patterns, it's less 'scary' than another pattern
-----------------------
bangun tidur, kuterus poto poto...
afternap smile...baru melek langsung difoto dan langsung pasang senyum terlebar di dunia...
inilah penyebab remote control tivi rusak...aline ate it
yeah baby, this ride rocks!...feels like driving an ATV in the jungle of nam...
i'm too fast too furious, eat my dust!
----------------------------
papa thought that the lighting is cool...so papa took the pics
monster in the closet...
blacklight shine on (read : bleklitsineon)
-----------------------------
the average life of aline...
learning how to cook...,
put this stupid doll to sleep,
talking to her evil twin in the mirror,
and shooting practice with papa, wiht shotgun sejuta ummat, DEM47A
Labels:
aline,
bleklitsineon,
M47,
odong odong,
panci,
photo,
ride
Monday, October 29, 2007
photographic moments of the journey to the Aline's ancestors
"don't even think about taking this broom from me!"
dried paddy field, untidy phone network cables, and a handmande roadside lamp
the great grandmother of Aline
the ancestor and the descendant
"if the number of teeth marked the age, then i am older than mbah buyut"
Auntie, Mama, and Aline after the shalat ied and sungkeman
"white flag means surrender, isn't it, papa?" - Aline at the edge of waduk bening widas, saradan, madiun
"eugh, cradle is only for babies, why did mama and auntie likes this thing so much?"
papa with patih bujang ganong mask
"whoa papa, huge dried snot you have there, let me pick it for you" - Aline nosepicking the bujang ganong mask
"it's salty, just like regular dried snot"
a deserted scenery of jati forest, saradan, madiun
"are you a goat? mama said you're not goat, but i am not sure, so tell me, are you a goat or not?"
"your friend did not answer my question, mortals...now i demand you to answer my question, are you a goat or not?"
"heheheh, mama, come here, they said they're goats..."
Saturday, October 27, 2007
the journey to ancestors, lebaran 2007...
ringkasan cerita perjalanan journey to the ancestors, mudik lebaran 2007, rute cibinong darussalam - magetan hadiningrat...
vehicle : xenia wine red F 1403 GM
participants : papa, mama, aline, babysitter, andri (aline's uncle), and co driver mr.semin van sragen
--------part 1---
pada tangal 10/10/2007 dini hari before the crack of dawn, saat pak satpam nabuhi tong sampah membangunken orang sahur, dan loudspeaker dari masjid sekolah al madinah masih melantunkan entah ngaji entah pujian, kurang jelas kedengerannya, aline pun diangkat paksa dari peraduannya yang nyaman sampai akhirnya dia bangun, dikasih susu, lalu cuci muka dan ganti baju. sementara papa siap siap ngeluarin mobil, oomnya aline ngeluarin segenap travel bag, tas kresek dan lain lain ke teras. sembari menunggu mama mandi, papa dan oomnya aline pun mulai loading barang ke kendaraan perang yang sudah disiapkan. after loading complete, pak andi (the satpam RT) dititipi kunci rumah. papa dan oomnya aline siap siap mandi plus bikin kopi, mama dandan, babysitter nyiapin bawaannya sendiri, dan aline sibuk main main dengan botol susunya...
akhirnya pasukan berangkat dari fort base tepat 0300h, diiringi lagu lagunya tasya yang muter bolak balik sehingga mobil kami mirip rombongan piknik anak TK. konon ini disebabkan karena 95%kaset yang ada di dasbor semuanya tidak layak didengar oleh kuping normal, dan sudah ada larangan disetel kecuali waktu papa sedang nyetir sendirian (black sabbath saja kata mama terlalu kenceng *sad*), dan radio masih belum ada yang siaran, jadi satu satunya pilihan untuk rengeng rengeng ya cuma kasetnya tasya tadi itu.
off we go, tol jagorawi masih lancar jaya tanpa ada saingan berarti, cuma beberapa truk dan mobil pribadi yang tampaknya akan mudik juga.
0330h sampai di wisma mulia untuk njemput sopir cadangan mr.semin van sragen, 0345h tepat kami berangkat dari wisma mulia
off we go again, liwat tol dalam kota, masuk pondok gede timur, istirahat sholat subuh di rest area daerah karawang timur yang rame banget sehingga cari parkiran susah dan toilet ngantri, lalu keluar di pintu tol cikampek tepat 0508h, kenapa lewat cikampek? karena kami lirik lirik ke arah pintu tol dawuan (yang ke bukit indah) dan belokan ke arah sadang sudah rame kendaraan khususon truk, yang mana hal itu menandakan bahwa di pintu tol tersebut sudah ada penumpukan kendaraan, maka kami memutuskan untuk lewat cikampek saja. keluar tol belok kiriiiii...terus lewat cikampek kota, lanjut ke jalur ciredak, sukamandi, pamanukan, jalanan ramai lancar, ditingkahi oleh para pengendara motor yang terlihat masih semangat semua, dan lucu lucu tampilannya (ada motor plat E yang nggantungin krupuk seplastik di plat nomer belakang, ada motor bebek gak jelas tipenya tapi dipasangi sound sistem ndangdutan dan orangnya pake rompi PLN warna biru, ada yang pasang givi handmade dari kayu plus kardus ditempeli stiker "jakarta-pemalang economy class full ac"). yang jelas, perjalanan di jalur ini cerah ceria, tapi aline masih lelap, biasa, masuk mobil kena ac, dijamin sang penguasa kecil ini langsung tidur.

AC + soft platform = fall asleep
0800h di daerah patrol bemper depan kami sempat dicium oleh pengendara grand yang gaya nyetirnya agak biyayakan dan tiba tiba menabrak suzuki carry biru di depan kanan mobil kami, dan jatuh di depan mobil, untung rem mobilnya masih manteb, jadi gak ketabrak...yak, baret pertama perjalanan mudik. kami teruskan ke arah eretan wetan, lalu 0830h kami brenti di daerah losarang, di rumah makan pesona laut di kiri jalan, nasgorkamnya uenak banget, 10ribu porsi buanyak, plus pemandangan laut jawa yang sepi dan penuh air (ya iyalah, laut). sementara aline tampak ceria karena bangun bangun sampe pantai, main air, liat ikan...

Aline's uncle, mr.semin van sragen, Aline, mama, babysitter

Aline and mama, with the north coast of java as the background
sarapan usai, seperminuman teh kemudian perjalanan diteruskan ke arah lohbener, jatibarang, arjawinangun, masuk pintu tol plumbon tepat 0938h, keadaan tol lancar jaya, jaya sentausa, sentausa selamanya, mobil bisa dipacu pada kecepatan max 140km/jam, lalu keluar pintu tol kanci 0957h, di depan pintu tol ada tabrakan beruntun 5 atau 6 mobil bagus bagus, lalu lintas sempat tersendat beberapa menit disini, lalu diteruskan melewati jalur pantura standar yaitu losari, brebes, tegal kota rock city,

In Kuta Rock City) Where the evil dance
(In Kuta Rock City) Where the hero dies
(In Kuta Rock City) Where is all my cash
(In Kuta Rock City) Please don’t break my heart again
bablas pemalang, pekalongan, batang (di sini kami kembali disalip oleh bapak rompi PLN bermotor ndangdutan tadi, nice), masuk alas roban,

west entrance of alas roban
subah, weleri, kendal, masuk tol manyaran (jamnya lupa, tiketnya gak ketemu...hehehe), keluar tol tembalang, lalu di daerah ungaran berhenti sejenak picking up another uncle of aline yang sedang kuliah di semarang, dan hendak ikut mobil kami, sekitar 1700h kami istirahat sholat duhur+ashar di pom bensin ungaran.
setelah sejenak beristirahat perjalanan dilanjut ke arah salatiga, saat adzan maghrib terdengar di radio, kami berhenti lagi untuk dinner+sholat maghrib di warung swalayan di salatiga tengah hutan, pokoknya tempatnya banyak yang jualan wajan itu lho...warungnya di sebelah kanan jalan.
perjalanan kembali diteruskan lewat jalur roller coaster sruwen, gemolong, sampe sragen. di sragen sopir cadangan turun di nggambiran, disini sopir utama yaitu papa kembali menyetir, lewat jalur bus malem yaitu jalur gondang, mantingan, ngawi (lewat jalur bis yang jalannya naudzubilah gronjalan berlubang lubang bergelombang nan menjijikkan yang tembusnya terminal ngawi) belok kanan, geneng, liwat gapura paling indah di dunia saat itu, "ANDA MEMASUKI WILAYAH KABUPATEN MAGETAN HADININGRAT", glodok, sampai maospati, (di jalur ini ada satu bis yang layak diwaspadai, namanya sumber kencono atau lebih dikenal sebagai sumber bencono, karena nyetirnya edan edanan buanget, nyalip ambil jalur kita, biarpun kita ngedim sampek jebol gak akan direken, makanya banyak terjadi tabrakan frontal melawan bis ini). maospati belok kanan, sukomoro, tinap, dan ketemu gapura yang bahkan lebih indah lagi "ANDA MEMASUKI WILAYAH KECAMATAN MAGETAN HADININGRAT"...huehehe...lalu kami sampai di rumah orangtua papa, rumah eyangnya aline sekitar 2245h. overall perjalanan berangkat kami tidak mengalami kemacetan berarti, ya tadi pas di kanci itu saja tersendat
---part 1 finished---
-----part 2 -----
pada 18/10/07, hari kepulangan kami menuju cibinong darussalam, kami start dari magetan hadiningrat tepat 0800h abis sarapan, lewat jalur yang sama, sempat mampir dulu di rumah kakeknya papa di glodok, lalu terus lewat ngawi yang jalannya gronjalan nggilani tadi, akhirnya 0945h sampe sragen, sopir cadangan kembali menyetir mulai dari pasar sragen, kembali liwat jalur roller coaster gemolong, dst sampai salatiga
istirahat sholat duhur 1230h di daerah ungaran, lalu masuk pintu tol tembalang 1311h, bablas masuk alas roban dari kaliwungu, istirahat makan siang di warung sate di daerah cepiring 1416h, sampai disini perjalanan masih lancar jaya.
perjalanan dilanjut ke arah weleri, batang, pekalongan, pemalang, tegal, brebes, losari, masuk tol kanci, keluar pintu tol plumbon (dua duanya tiketnya ilang, jadi lupa jam berapa...sorry)
sekeluar dari plumbon, kami melihat belokan ke kanan arah indramayu tampak padat merayap, lalu kami pun ambil kiri lewat jalur palimanan, jatiwangi, kadipaten, cikamurang, hutan belantara, karangbungur, subang, kalijati, dan akhirnya ketemu peradaban di sadang, masuk tol sadang 2340h di tol jakarta cikampek ini keadaan mulai ramai tapi masih lancar, bablas sampe pintu tol dalam kota halim 0032h, sampai wisma mulia untuk ngedrop mr.semin van sragen tepat 0110h, lalu diteruskan ke bogor lewat tol jagorawi, keluar tol sentul sirkuit, sampai rumah 0200h...kami pun sampai dengan riang gembira, gembira loka...eh, tidak juga, karena sesampai dirumah ternyata air di galon aqua sudah habis, di kulkas juga habis, jadi kami memendam rasa dahaga sampai matahari terbit...hehehehe...
---part 2 finished---
thanks to : mr.semin van sragen yang telah menyopiri mobil kami, dan mengoleh olehi kami semangka buesar seberat 10kg lebih, pak andi yang telah membersihkan rumah selama ditinggal mudik, mpok yang datang jumat pagi pagi untuk membantu membereskan rumah dan barang barang pasca mudik, dan tiada lain kepada Gusti allah yang maha kuasa karena telah mengijinkan kami untuk sekali lagi menikmati perjalanan mudik+balik dengan selamat.
vehicle : xenia wine red F 1403 GM
participants : papa, mama, aline, babysitter, andri (aline's uncle), and co driver mr.semin van sragen
--------part 1---
pada tangal 10/10/2007 dini hari before the crack of dawn, saat pak satpam nabuhi tong sampah membangunken orang sahur, dan loudspeaker dari masjid sekolah al madinah masih melantunkan entah ngaji entah pujian, kurang jelas kedengerannya, aline pun diangkat paksa dari peraduannya yang nyaman sampai akhirnya dia bangun, dikasih susu, lalu cuci muka dan ganti baju. sementara papa siap siap ngeluarin mobil, oomnya aline ngeluarin segenap travel bag, tas kresek dan lain lain ke teras. sembari menunggu mama mandi, papa dan oomnya aline pun mulai loading barang ke kendaraan perang yang sudah disiapkan. after loading complete, pak andi (the satpam RT) dititipi kunci rumah. papa dan oomnya aline siap siap mandi plus bikin kopi, mama dandan, babysitter nyiapin bawaannya sendiri, dan aline sibuk main main dengan botol susunya...
akhirnya pasukan berangkat dari fort base tepat 0300h, diiringi lagu lagunya tasya yang muter bolak balik sehingga mobil kami mirip rombongan piknik anak TK. konon ini disebabkan karena 95%kaset yang ada di dasbor semuanya tidak layak didengar oleh kuping normal, dan sudah ada larangan disetel kecuali waktu papa sedang nyetir sendirian (black sabbath saja kata mama terlalu kenceng *sad*), dan radio masih belum ada yang siaran, jadi satu satunya pilihan untuk rengeng rengeng ya cuma kasetnya tasya tadi itu.
off we go, tol jagorawi masih lancar jaya tanpa ada saingan berarti, cuma beberapa truk dan mobil pribadi yang tampaknya akan mudik juga.
0330h sampai di wisma mulia untuk njemput sopir cadangan mr.semin van sragen, 0345h tepat kami berangkat dari wisma mulia
off we go again, liwat tol dalam kota, masuk pondok gede timur, istirahat sholat subuh di rest area daerah karawang timur yang rame banget sehingga cari parkiran susah dan toilet ngantri, lalu keluar di pintu tol cikampek tepat 0508h, kenapa lewat cikampek? karena kami lirik lirik ke arah pintu tol dawuan (yang ke bukit indah) dan belokan ke arah sadang sudah rame kendaraan khususon truk, yang mana hal itu menandakan bahwa di pintu tol tersebut sudah ada penumpukan kendaraan, maka kami memutuskan untuk lewat cikampek saja. keluar tol belok kiriiiii...terus lewat cikampek kota, lanjut ke jalur ciredak, sukamandi, pamanukan, jalanan ramai lancar, ditingkahi oleh para pengendara motor yang terlihat masih semangat semua, dan lucu lucu tampilannya (ada motor plat E yang nggantungin krupuk seplastik di plat nomer belakang, ada motor bebek gak jelas tipenya tapi dipasangi sound sistem ndangdutan dan orangnya pake rompi PLN warna biru, ada yang pasang givi handmade dari kayu plus kardus ditempeli stiker "jakarta-pemalang economy class full ac"). yang jelas, perjalanan di jalur ini cerah ceria, tapi aline masih lelap, biasa, masuk mobil kena ac, dijamin sang penguasa kecil ini langsung tidur.
AC + soft platform = fall asleep
0800h di daerah patrol bemper depan kami sempat dicium oleh pengendara grand yang gaya nyetirnya agak biyayakan dan tiba tiba menabrak suzuki carry biru di depan kanan mobil kami, dan jatuh di depan mobil, untung rem mobilnya masih manteb, jadi gak ketabrak...yak, baret pertama perjalanan mudik. kami teruskan ke arah eretan wetan, lalu 0830h kami brenti di daerah losarang, di rumah makan pesona laut di kiri jalan, nasgorkamnya uenak banget, 10ribu porsi buanyak, plus pemandangan laut jawa yang sepi dan penuh air (ya iyalah, laut). sementara aline tampak ceria karena bangun bangun sampe pantai, main air, liat ikan...
Aline's uncle, mr.semin van sragen, Aline, mama, babysitter
Aline and mama, with the north coast of java as the background
sarapan usai, seperminuman teh kemudian perjalanan diteruskan ke arah lohbener, jatibarang, arjawinangun, masuk pintu tol plumbon tepat 0938h, keadaan tol lancar jaya, jaya sentausa, sentausa selamanya, mobil bisa dipacu pada kecepatan max 140km/jam, lalu keluar pintu tol kanci 0957h, di depan pintu tol ada tabrakan beruntun 5 atau 6 mobil bagus bagus, lalu lintas sempat tersendat beberapa menit disini, lalu diteruskan melewati jalur pantura standar yaitu losari, brebes, tegal kota rock city,
In Kuta Rock City) Where the evil dance
(In Kuta Rock City) Where the hero dies
(In Kuta Rock City) Where is all my cash
(In Kuta Rock City) Please don’t break my heart again
bablas pemalang, pekalongan, batang (di sini kami kembali disalip oleh bapak rompi PLN bermotor ndangdutan tadi, nice), masuk alas roban,
west entrance of alas roban
subah, weleri, kendal, masuk tol manyaran (jamnya lupa, tiketnya gak ketemu...hehehe), keluar tol tembalang, lalu di daerah ungaran berhenti sejenak picking up another uncle of aline yang sedang kuliah di semarang, dan hendak ikut mobil kami, sekitar 1700h kami istirahat sholat duhur+ashar di pom bensin ungaran.
setelah sejenak beristirahat perjalanan dilanjut ke arah salatiga, saat adzan maghrib terdengar di radio, kami berhenti lagi untuk dinner+sholat maghrib di warung swalayan di salatiga tengah hutan, pokoknya tempatnya banyak yang jualan wajan itu lho...warungnya di sebelah kanan jalan.
perjalanan kembali diteruskan lewat jalur roller coaster sruwen, gemolong, sampe sragen. di sragen sopir cadangan turun di nggambiran, disini sopir utama yaitu papa kembali menyetir, lewat jalur bus malem yaitu jalur gondang, mantingan, ngawi (lewat jalur bis yang jalannya naudzubilah gronjalan berlubang lubang bergelombang nan menjijikkan yang tembusnya terminal ngawi) belok kanan, geneng, liwat gapura paling indah di dunia saat itu, "ANDA MEMASUKI WILAYAH KABUPATEN MAGETAN HADININGRAT", glodok, sampai maospati, (di jalur ini ada satu bis yang layak diwaspadai, namanya sumber kencono atau lebih dikenal sebagai sumber bencono, karena nyetirnya edan edanan buanget, nyalip ambil jalur kita, biarpun kita ngedim sampek jebol gak akan direken, makanya banyak terjadi tabrakan frontal melawan bis ini). maospati belok kanan, sukomoro, tinap, dan ketemu gapura yang bahkan lebih indah lagi "ANDA MEMASUKI WILAYAH KECAMATAN MAGETAN HADININGRAT"...huehehe...lalu kami sampai di rumah orangtua papa, rumah eyangnya aline sekitar 2245h. overall perjalanan berangkat kami tidak mengalami kemacetan berarti, ya tadi pas di kanci itu saja tersendat
---part 1 finished---
-----part 2 -----
pada 18/10/07, hari kepulangan kami menuju cibinong darussalam, kami start dari magetan hadiningrat tepat 0800h abis sarapan, lewat jalur yang sama, sempat mampir dulu di rumah kakeknya papa di glodok, lalu terus lewat ngawi yang jalannya gronjalan nggilani tadi, akhirnya 0945h sampe sragen, sopir cadangan kembali menyetir mulai dari pasar sragen, kembali liwat jalur roller coaster gemolong, dst sampai salatiga
istirahat sholat duhur 1230h di daerah ungaran, lalu masuk pintu tol tembalang 1311h, bablas masuk alas roban dari kaliwungu, istirahat makan siang di warung sate di daerah cepiring 1416h, sampai disini perjalanan masih lancar jaya.
perjalanan dilanjut ke arah weleri, batang, pekalongan, pemalang, tegal, brebes, losari, masuk tol kanci, keluar pintu tol plumbon (dua duanya tiketnya ilang, jadi lupa jam berapa...sorry)
sekeluar dari plumbon, kami melihat belokan ke kanan arah indramayu tampak padat merayap, lalu kami pun ambil kiri lewat jalur palimanan, jatiwangi, kadipaten, cikamurang, hutan belantara, karangbungur, subang, kalijati, dan akhirnya ketemu peradaban di sadang, masuk tol sadang 2340h di tol jakarta cikampek ini keadaan mulai ramai tapi masih lancar, bablas sampe pintu tol dalam kota halim 0032h, sampai wisma mulia untuk ngedrop mr.semin van sragen tepat 0110h, lalu diteruskan ke bogor lewat tol jagorawi, keluar tol sentul sirkuit, sampai rumah 0200h...kami pun sampai dengan riang gembira, gembira loka...eh, tidak juga, karena sesampai dirumah ternyata air di galon aqua sudah habis, di kulkas juga habis, jadi kami memendam rasa dahaga sampai matahari terbit...hehehehe...
---part 2 finished---
thanks to : mr.semin van sragen yang telah menyopiri mobil kami, dan mengoleh olehi kami semangka buesar seberat 10kg lebih, pak andi yang telah membersihkan rumah selama ditinggal mudik, mpok yang datang jumat pagi pagi untuk membantu membereskan rumah dan barang barang pasca mudik, dan tiada lain kepada Gusti allah yang maha kuasa karena telah mengijinkan kami untuk sekali lagi menikmati perjalanan mudik+balik dengan selamat.
Subscribe to:
Posts (Atom)
