Wednesday, June 13, 2007

The Giant Baby


Iseng-iseng buka folder di kantor. Ketemu foto ini. Ya ampunnn..... aku pandangi lagi foto ini, anakku gendut amat. Tangan sama pahanya berlipet-lipet, apalagi perutnya. Gemesss deh. Ini foto alin waktu umur 4 bulanan. Waktu itu lagi siap-siap pindahan rumah. Nah, ceritanya si Alin neh anak ac. jadi waktu itu gak siang, gak malem ac hidupp terus. Karna di kontrakan ruangannya sempit dengan sedikit lubang udara, dan terletak di kegersangan kota jakarta. Puanaaassss. Pas mo pindahan, panggil tukang AC buat copot tuh AC. Si Alin gak bisa tidur gara-gara kepanasan. Padahal kipas angin kencengnya dah ngalahin angin topan kale. Hmmm... akhirnya kita putusin ngajak alin belanja ke carefour. Sampai di carefour kita naikin alin ke trolly yang ada baby seat nya. kek gambar atas itu. Pas puter-puter ada sales yang jualan bantal lagi bagi-bagi balon. Horeee... alin dapet juga loh. Dibawalah balon itu selama keliling-keliling carefour. Wah, alin seneng banget disini. Secara disini dingin ber AC kenceng. Pas dibagian boneka, alin ngeliatin boneka domba putih, bertanduk. Lucu banget. Ya udah, aku ambilin bonekanya. Gak niat beli seh cuman biar buat maenan dia. Nanti dibalikin. Gak beberapa lama, eh Alin ngorok. Tidur nyenyak di seat nya sambil meluk boneka dombanya tadi. sampe dikasir, aduuh gak tega mo balikin bonekanya. Bonekanya dipeluk gitu. Ya udah, akhirnya kita putusin bawa pulang aja bonekanya. Hehehehehhehe. Horeeeeeyyy. Alin jadi punya boneka baru lagi ;)

Tuesday, June 12, 2007

aline, packed and ready to go

packed

*soundtrack = chantal kreviazuk-leaving on a jet plane
"all myself are packed, and i'm ready to go...."


i want to break free..

*soundtrack = queen - i want to break free*
"i won tu brek fri...i won tu brek frrrii..."

Sedia Obat, Jamu dan Vitamin

Hari ini resmilah sudah serumah kena virus "uhuk-uhuk". Ya alin, ya mama, ya papa, ampe si baby sitter juga gak ketinggalan. Yang paling kasian si kecil Alin. Dia gak bisa ngeluarin dahak. Satu-satunya cara dia muntah. Kata dokternya, syukurlah bisa muntah (loh kok). Iyah, ternyata kalo anak bayi muntah itu merupakan usaha si bayi buat ngeluarin dahaknya. Oooo... jadi gak terlalu khawatir deh. Dan untungnya lagi alin gak rewel kalo minum obat. tinggal bilang "Nak, cicak tuh nak" - sambil nunjuk-nunjuk keatas (padahal gak ada cicak). dan crott, obat di pipetnya langsung disemprotin. "Glek". Ketelen deh. Hehehehhehe, cara ini boleh dicoba oleh para ibu-ibu dan bapak-bapak.
Buat papanya, sudah tersedia vitamin C dosis tinggi sama obat batuk di atas kulkas. plus gak ketinggalan mama bikinin ramuan traditional bunga belimbing wuluh dicampur gula batu. Ini juga berlaku buat mama yang ternyata batuknya terparah nomor dua setelah si kecil. Juga berlaku buat si baby sitter. Diatur aja deh gimana cara minumnya, biar keminum semua. asal jangan over dosis.

makaroni skutel, entah ejaan yang benar seperti apa

here we go, resep makanan kumpeni yang bernama makaroni skutel hasil googling dan telah disunting sedemikian rupa sehingga berhasil dibuat oleh mama aline hari minggu 10 juni 2007 kemarin

Bahan :
250 g makaroni
450 cc susu cair
5 butir telur
1 siung bawang putih (dicincang)
50 g bawang bombay cincang
1 kaleng corned beef (kornet)
100 g wortel (potong dadu direbus)
250 g keju parut (dibagi dua)
50 g margarin/mentega untuk mengoles
50 ml minyak sayur untuk menumis

Bumbu :
1/2 sdt lada putih bubuk
1sdt pala bubuk
1 sdm garam


karena kita dirumah tidak punya oven, maka kita putuskan untuk dikukus saja, kata mama aline sih sama saja.

oke, pagi pagi aline, mama, dan papa naik motor bertiga ke pasar karadenan untuk beli beberapa bahan yang belum ada di kulkas seperti bawang bombay, margarine, dll juga beli cetakan -yang dalam bahasa norse disebut loyang (ga usah dibuktikan, saya ngasal saja kok)- yang kira kira ukurannya pas masuk ke panci pengukus di rumah.

sampe rumah, mulailah adonan dan bahan bahan diracik,
1. rebus makaroni sampai matang lalu ditiriskan
2. tumis bawang bombay dan bawang bogor...i mean bawang putih, sampai harum
3. masukan kornet, lada, pala dan garam kedalam tempat tumis tadi lalu aduk hingga matang
4. di wadah yang lain, campurkan susu cair dan telur, kita sih pake susu kental manis kemasan sachet lalu diencerkan pake air, sama saja lah. setelah itu masukkan wortel rebusnya
5. terus masukkan tumisan kornet plus bumbu bumbu, juga makaroni rebus dan sebagian keju, lalu aduk hingga merata
6. siapkan cetakan a.k.a loyang, olesi dengan margarine, lalu ini langkah yang penting!, pastikan loyangnya bisa masuk ke panci, karena loyang yang tadi pagi kita beli di pasar ternyata nggak muat ke panci pengukusnya...hehehe...akhirnya loyang yang sudah diolesi margarine tadi dicuci lagi, trus papa pergi ke pasar dibawah sinar mentari yang lagi panas panasnya untuk menukar loyangnya dengan yang lebih kecil. sampai di pasar, ternyata loyang tadi sudah ukuran terkecil sodara sodara...papa mencoba liat liat loyang berbentuk bulat (yang tadi itu segiempat), siapa tahu lebih kecil, ternyta setelah ngubek ngubek seisi toko, loyang bulat terkecil bahkan ukurannya lebih besar daripada loyang persegi yang dibawa papa tadi, yasudah, pulanglah papa. sesampai dirumah kita putuskan untuk mengganti loyang dengan wadah plastik tahan panas (kita pakai lunchbox hijau hadiahnya susu milo punya papa) yang ukurannya lebih kecil daripada loyang tadi. oke, olesin margarine ke wadah plastik, lalu tuang adonan, lalu taburkan keju parut diatasnya
7. kukus benda itu selama 15 menit...ini juga penting, pastikan air dalam panci cukup banyak sehingga tidak habis menguap waktu proses pengukusan, karena kalau air habis, maka akan tercium bau gosong yang mengkhawatirkan, dan kalau ini terjadi, jangan panik dan terburu buru nambahin air ke pancinya, karena akibatnya akan fatal...pancinya bolong sodara sodara...konon karena panci dalam keadaan puuanas dan tanpa air karena airnya habis menguap, lalu tiba tiba dikasih air dingin, alhasil dasar panci akan menjadi setipis allumunium foil pelapis bungkus rokok dan plung, bolonglah...
panci bolong

akhirnya kita ganti pake panci yang baru, proses pada butir (7) kita ulangi lagi,
kukus selama 15 menit, setelah matang....voila...skutel pun jadi dengan sukses

makaroni skutel uncut

makaroni skotel uncut

8. tinggal potong potong sehingga lebih terlihat manusiawi untuk dimakan, lalu silahkan dinikmati dengan saus sambal, atau mayonaise, atau keju, atau taburan rumput, terserah anda...

testimonial :
aline = "nyem nyem..." (abis sepotong besar)
nayla(temennya aline) = "nyem nyem..." (disuapin mamanya sendiri)
mama = "enaakk..."
papa = "makanan kumpeni, makanan penjajah..."

resep asli

Thursday, June 7, 2007

aline in photograph

terminator

"am i look like terminator2 now? no?"

drop dead cute

"i am drop dead georgeous...i mean cute"

ohno

"oh no, papa is pretending to be a tango militia with his US woodland BDU..."

Sunday, May 27, 2007

aline in action

aline with oversized t shirt

"mama, are you sure this is the smallest size shirt?"

aline with chocolate all over her mouth

"choooocoolaaatoooo....fear the choc monster!"

Friday, May 11, 2007

FPI versus buruh di yogya

FPI clash dengan massa buruh dalam rangka sweeping anggota partai so called komunis waktu perayaan mayday di yogya (1 mei 2007).

Oalah FPI, apa sih mau kalian? Cari popularitas karena kabar tentang kalian mulai meredup? Jika di masa lalu kalian mengerahkan massa untuk menghancurkan tempat tempat maksiat (yang jauh dari basis kalian di petamburan, sementara komplek pelacuran di sekitar bongkaran kalian diamkan saja), maka kalian sekarang ‘meluangkan waktu’ untuk sweeping anggota partai komunis diantara para buruh yang sedang merayakan hari buruh. Sebegitu lancang kah para buruh itu merayakan hari besar mereka sehingga kalian harus buang waktu mengadakan penghadangan dan sweeping? Sebegitu kotor kah anggota partai komunis sehingga kalian rela ber panas panasan berhadapan dengan massa buruh yang sejenak keluar dari rutinitas mereka melayani para pemilik modal, juragan juragan mereka, hanya untuk membersihkan massa buruh dari anggota partai komunis itu tadi?

Yang tetap menjadi pertanyaan yang berkecamuk di kepalaku sampai sekarang, wahai anggota dan simpatisan FPI (Front Pembela Islam); dimana kalian waktu kasus kasus korupsi merajalela tapi polisi sebagai law enforcement resmi tidak kuasa mengungkap? Dimana kalian waktu ‘pasukan penegak perda’ satpol PP mengobrak abrik dagangan para bakul kakilima atas nama pembangunan? Dimana kalian waktu tayangan sinetron perusak akidah (yang pastinya penyebarannya lebih hebat daripada majalah playboy) semangkin menjamur di tivi2 lokal? Dimana kalian waktu TKW TKW beragama islam disiksa dan dibunuh di negara islam tempat mereka bekerja? Dimana kalian ketika ustadz abubakar baasyir ditangkap oleh den 88 binaan amerika karena dituduh teroris tanpa bukti?

Terus terang, dulu aku sempat berpikir kalian benar benar front pembela islam, dan juga pembela muslim, termasuk muslim miskin yang hidupnya ter marginalisasi derap laju globalisasi (yah, itu bisa diterjemahkan sebagai, tempat dagang nya digusur untuk dibangun mall milik pemodal superbesar yang mampu menyogok pemerintahan setempat). Sekarang, aku semakin kehilangan hormat pada kalian, kalian tak ubahnya serigala liar kelaparan yang disuruh jaga rumah, sangat fierce dan mematikan untuk segala hal kecuali tugas utama mereka yaitu menjaga rumah.

Para pemimpin FPI, ingatlah, perhitungan dan penilaian Allah itu lebih berat bagi kalian pemimpin daripada bagi kroco kroco yang kalian provokasi dan kalian beri fatwa untuk menghancurkan ini itu, sweeping ini itu. Kalian harus mempertanggung jawabkan itu semua. Kalianlah yang punya otak dalam setiap kegiatan organisasi kalian. Sementara para pengikut hanya sendiko dawuh fatwa kalian, maka perhitungan bagi mereka pun tidak akan seberat perhitungan bagi kalian. Ingatlah itu wahai pemimpin FPI. Kalian akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat, tentang fatwa fatwa kalian, perintah perintah kalian, dan keputusan kalian untuk menggunakan nama islam untuk berhadapan dengan para buruh yang hidupnya sehari hari pun sudah susah…

Jika dulu waktu kalian baru berdiri aku optimis kalian akan menjadi penegak hukum menggantikan tugas law enforcement resmi yang impoten dan menghamba pada amerika, maka sekarang aku sudah sampai titik saturasi waktu melihat kalian benar benar berhadapan dengan para buruh, sewaktu kalian mengacau perayaan hari besar buruh di yogya. Kini aku dengan senang hati akan berdiri di barisan para buruh menghadapi kalian, wahai bar bar…

untuk semua idiot yang berfikir semua ide dapat berakhir di perapian

tak ada dunia yang begitu mudah untuk kalian hitamputihkan

mendukung keagungan layak Heidegger mendukung Nazi

propaganda basi, wahyu surgawi dengan bau tengik terasi

jika suci adalah wajib dan perbedaan harus melenyap

maka jawaban atas wahyu parang dan balok adalah bensin, kain dan botol kecap

Yo, FASIS YANG BAIK ADALAH FASIS YANG MATI!

FASIS YANG BAIK ADALAH FASIS YANG MATI!

FASIS YANG BAIK ADALAH FASIS YANG MATI!

tunggu di ujung jalan yang sama saat kalian mengancam kami-homicide : puritan